Minggu, 02 September 2018

📋,APAKAH KITA LEBIH SEMANGAT MENCARI ILMU AGAMA ATAU MENCARI MAKAN…?!

Kehidupan yang tidak bernilai, kehidupan yang hanya mementingkan dunia, kemewahan dan kenikmatannya; tidak memikirkan akhirat, tidak mempelajari dan mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah 'azza wa jalla berfirman,

يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ 

"Mereka hanya mengetahui yang nampak dari kehidupan dunia, dan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai.” [Ar-Ruum : 7]

Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

أي : أكثر الناس ليس لهم علم إلا بالدنيا وأكسابها وشئونها وما فيها ، فهم حذاق أذكياء في تحصيلها ووجوه مكاسبها ، وهم غافلون عما ينفعهم في الدار الآخرة ، كأن أحدهم مغفل لا ذهن له ولا فكرة

"Maknanya: Kebanyakan manusia tidak perhatian terhadap ilmu kecuali ilmu dunia, yaitu ilmu tentang macam-macam profesi, urusan-urusan dunia dan berbagai permasalahannya. Maka mereka pun menjadi terampil lagi pandai dalam berbagai lapangan pekerjaan dan profesi untuk menghasilkan keuntungan dunia, namun mereka lalai terhadap ilmu dan amal yang bermanfaat untuk mereka di akhirat, sampai diantara orang-orang yang lalai itu seakan tidak pernah terbetik di benaknya dan tidak pernah berfikir untuk kehidupan akhiratnya." [Tafsir Ibnu Katsir, 6/274]

Oleh karena itu Allah 'azza wa jalla membenci setiap orang yang cerdas atau terampil dan pandai dalam urusan dunia, tapi pada saat yang sama ia bodoh dalam urusan agama, ia tidak tahu bagaimana tauhid dan aqidah yang benar, tidak mengerti cara wudhu dan sholat yang benar serta hukum-hukum halal dan haram, padahal kita lebih butuh ilmu agama daripada semua kenikmatan dunia.

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعَالى يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنيَا، جَاهِلٍ بِالآخِرَة

"Sesungguhnya Allah ta'ala membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat." [HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu, Shahihul Jaami': 2760]

Al-Khalifah Ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,

الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ، وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ، الْعِلْمُ يَزْكُو عَلَى الْعَمَلِ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ

“Ilmu lebih baik daripada harta, ilmu menjagamu, sedang harta engkaulah yang menjaganya, ilmu bertambah jika diamalkan, sedang harta berkurang jika dibelanjakan.” [Al-Hilyah, 1/80]

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]

Simak Video:

#Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/j3A71coUOpo

#VidGram_Sunnah: https://www.instagram.com/p/BnIIDTgB1kB/

👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE
http://bit.ly/sofyanruray

👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM
http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah

👉🏾 JOIN TELEGRAM
http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid

👉🏾 LIKE FACEBOOK
www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah

👉🏾 IKUTI TWITTER
https://twitter.com/sofyanruray

👉🏾 KLIK WEBSITE
www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com

👉🏾 INSTAL ANDROID
http://bit.ly/androidsofyanruray

👉🏾 GABUNG GROUP WA
08111377787

Rabu, 29 Agustus 2018

🇳.🇦.🇸.🇪.🇭.🇦.🇹.


👤 Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan, ikhwān dan akhwāt yang saya muliakan.

Adab dan Hukum di Sosial Media - HISAB :

Sebelum kita:

√ memberikan comment,.

√ memposting sebuah gambar atau meng-upload sebuah video,

√ men-share sebuah artikel atau men-copy paste,

maka perlu dicamkan bahwa:

√ setiap yang kita tulis,

√ gambar yang kita posting,

√ video yang kita upload,

akan dihisab oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Semuanya tanpa terkecuali.

Huruf-hurufnya akan dihisab oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

_"Dan apapun yang keluar dari lisan anda akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid."_

(QS Qāf: 18)

⇛ Apapun yang anda katakan dan diqiaskan apapun yang anda tuliskan di sosmed tersebut.

⇛ Semuanya akan dicatat dan akan dihisab oleh Allāh.

Allāh akan tanya semua artikel yang kita tulis, artikel yang kita copy paste, yang kita share, yang kita berikan pada pihak lain.

Kalau kita comment, comment kita akan dihisab oleh Allāh.

Kalau kita membahas sebuah masalah di grup kita: masalah dakwah, masalah politik, masalah ekonomi pada saat ini, semuanya akan dihisab oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan semuanya akan tercatat rapi dibuku para malāikat.

Bukankah Allāh berfirman dalam surat Al Infithār ayat 12:

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

_"Para malāikat-malāikat itu tahu apa yang anda ucapkan."_

√ Tahu apa yang anda posting.

√ Tahu apa yang anda upload.

√ Tahu apa yang anda sampaikan kepada pihak lain.

Walaupun mungkin tidak pakai nama kita, tapi malāikat tahu kita pakai nama samaran. Lalu kita serang orang, kita jelek-jelekan, kita buat rusuh, para malaikag tahu. Maka camkan baik-baik, pikirkan matang-matang.

Makanya Imām Nawawi mengatakan:

"Jangan comment  kecuali kita tahu ini bermanfaat bagi kita."

Kalau kita ragu, diam!

Nabi mengatakan:

مَنْ صَمَتَ نَجَا

_"Barang siapa yang diam, dia akan selamat."_

(HR Tirmidzi nomor 2425 versi maktabatu Al Ma'arif nomor 2501)

Apalagi ini zaman fitnah. Semakin banyak comment semakin banyak hisab kita pada hari kiamat.

Semakin banyak kita aktif, apalagi tidak ada manfaatnya sama sekali, akan semakin banyak pertanyaan-pertanyaan Allāh kepada kita.

Maka camkan baik-baik, semua akan dihisab! Semuanya tanpa terkecuali.

⇛ Simbol-simbol yang kita berikan akan dihisab.

√ Kalau ada orang yang sakit hati gara-gara ucapan kita di sosmed kita akan dihisab oleh Allāh.

√ Kalau ada kesalahan yang kita berikan, kita akan dihisab oleh Allāh.

√ Ada data yang tidak valid, kita akan dihisab oleh Allāh.

Tidak ada yang gratis di sosmed, sampai hisabnya diperhitungkan.

Walaupun antum dapat wifi gratis, tapi semua ucapan antum tidak ada gratisnya. Semua dihitung oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka hati-hati dalan masalah ini. Semua membernya, adminnya, menjadi pemegang kuncinya.

Ada yang punya Facebook, semakin banyak follower tanggung jawab kita semakin besar dihadapkan Allāh. Semua dihisab!

Ada orang punya follower di Twitter misalnya 500 ribu  orang atau 2 juta orang, begitu dia menyampaikan yang salah dan itu diimani/diyakini atau diterima oleh 2 juta, semuanya akan menyalahkan dia pada hari kiamat kelak.

Semua akan dihisab oleh Allah !

⑶ Point ke tiga: NIAT

Ketika kita masuk ke dunia ini, niatkan karena Allāh. Niatkan untuk menjalin silaturahim.

Jadi ketika kita buat grup keluarga, niatnya silaturahim, itu dapat pahala.

Kaidah fiqh mengatakan:

الوسائل لها أحكام المقاصد

_"Sarana dihukumi sama dengan tujuan."_

Jadi ketika kita buat grup keluarga atau kita berteman di Facebook dengan keluarga besar, niatnya silaturahim, akan dapat pahala silaturahim.

Ketika kita membuat grup yang tujuannya untuk menjaga ukhuwah Islāmiyah, karena Allāh berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

_"Sesungguhnya umat Islam itu saling bersaudara."_

(QS Al Hujurāt :10)

Maka kita dapat pahala ukhuwah Islamiyah.

Niat itu penting:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ,

_"Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung niatnya."_

Jadi hadirkan niat untuk dakwah.

√ Saya tidak bisa ceramah ustadz, saya tidak punya ilmu.

√ Saya tidak bisa membuat artikel. Tapi saya bisa menshare tulisan-tulisan ustadz-ustadz yang mengajarkan sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada beberapa grup yang saya buat. Itu niatnya!

Tapi kalau niatnya hanya seru-seruan, kumpul-kumpul saja, lalu nanti kopdar dan kopdar pun tidak ada unsur ibadah, unsur taqarrub, tidak ada suasana amal shālih, ingatlah kita akan dihisab oleh Allah.

Dan sekali lagi, ini fatal. Karena kalau di dunia nyata saya berbicara dengan satu orang, tapi kalau sudah pakai medsos, dia akan copy paste ucapan saya, dia akan sebar lagi ke sepuluh orang, dua puluh orang, lima belas orang, tiga puluh orang, seratus orang.

Iya kalau benar, kalau salah ?

Sekarang main copy paste, copy paste, copy paste hati-hati, ngeri.

Pembicaraan kita difoto lalu dikirim lagi ke beberapa grup. Inikah Si Fulān yang bilang begini? Akhirnya banyak yang marah lalu dosa kita banyak sekali.

Apabila kita sedang ngomong begini, kemudian saya salah ngomong, lalu lima menit kemudian saya minta maaf. Saya mengatakan, "Mohon maaf itu yang saya omongkan tadi tolong dihapus ya," selesai!

Tapi kalau saya masukkan sebuah foto di sebuah grup atau di Facebook satu menit kemudian foto itu bisa ada di Dubai, di New York, di Sydney, di Surabaya, di Irian Jaya. Itu tidak terkontrol, tidak bisa antum keluarkan (menarik foto itu lagi).

Apalagi sekarang, wanita-wanita yang terbuka auratnya.

Ketika dia selfie lalu dia upload fotonya di Facebooknya, kemudian tahun depan dia taubat, fotonya masih ada atau tidak? .
Bisa beredar terus fotonya.

Maka pikirkanlah 1000 kali untuk menaruh sesuatu di media sosial (medsos). Ini tidaklah mudah.

Bisa jadi shalāt kita, puasa kita, dzikir kita hancur gara-gara medsos yang kita gandrungi selama ini.

Maka niatlah yang benar!

√ Setiap ada apa-apa niat saya ikhlās atau tidak?.

√ Setiap kasih comment niat saya ikhlās apa tidak?.

√ Setiap copy paste niat saya ikhlās atau tidak?.

√ Setiap buat grup niat saya ikhlās atau tidak?.

√ Setiap mencantumkan artikel atau kata-kata mutiara, niat kita ikhlās atau tidak?.

√ Ketika (misalnya) kita membuat status, niat kita ikhlās atau tidak?

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

_"Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung niatnya."_

⇛ Kalau niat kita ikhlās ini lumbung pahala yang begitu luar biasa.

Waallahu 'alam bishowab.

✒ Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

Kamis, 23 Agustus 2018

Real Story

Kisah nyata yang terjadi di Pakistan.

Seorang dokter ahli bedah terkenal bernama Dr. Ishan tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar satu jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat. Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata, “Saya ini dokter spesialis, tiap menit nyawa manusia bergantung pada saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?”

Pegawai menjawab, “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil tiga jam tiba.”

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan lima menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir dua jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.

Terdengar suara seorang wanita tua, “silahkan masuk, siapa ya?”

Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata, “Telepon apa, nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat.

Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang. Dokter mendatanginya dan berkata, “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a Anda.”

Berkata ibu itu, “Nak, Anda ini adalah Ibnu Sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”

Bertanya Dr. Ishan, “Apa itu do’anya?”

Ibu itu berkata, “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak, “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat.”

“Sayalah Dr. Ishan, bu. Sungguh Allah SWT telah menciptakan sebab seperti ini kepada hamba-Nya yang mumin dengan do’a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.”

Jangan pernah berhenti berdo’a sampai Allah menjawabnya.

Rabu, 15 Agustus 2018

Saum Dzulijjah

Bismillah..
🙏Assalamu 'alaikum wr. wb.
Mohon izin, sekedar *mengingatkan bagi yg biasa melaksanakan Ibadah "Saum Dzulhijjah"*

*PUASA : 1 s/d 9 Hari*
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته.... معاشرالاخوان والمسلمين رحمكمﷲ.

*Sebelumnya mohon izin utk menyampaikan FADHILAH 10 hari Pertama mulai tgl 1 s/d 10 Dzulhijjah 1439 H.*
*Atau Tgl.13 s/d 22/8 - 018*

Alhamdulillahirabbil'aalamiin.
Semoga kita semuanya selalu mendapat Rahmat dan Karunia Allah swt...

🎯 *Sekedar mengingatkan bahwa: *"Besok hari Senin tanggal 13 Agustus 2018 bertepatan tanggal 1 Dzulhijjah 1439 H."*

🎯 *Pahala dan Keutamaan 10 hari Pertama Bulan Dzulhijjah.*
*Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda :*

📝 *Hari 1 bulan Dzulhijah*
Adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allaah swt akan mengampuni segala dosanya.

📝 *Hari 2 bulan Dzulhijah*
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

📝 *Hari 3 bulan Dzulhijah*
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allaah swt akan mengabulkan segala do’anya.

📝 *Hari 4 bulan Dzulhijah*
Adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

📝 *Hari 5 bulan Dzulhijah*
Adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan adzab kubur.

📝 *Hari 6 bulan Dzulhijah*
Adalah hari dimana Allah swt membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah swt dengan penuh Rahmat dan tidak akan diadzab.

📝 *Hari 7 bulan Dzulhijjah*
Adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

📝 *Hari 8 adalah hari Tarwiyah.*
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt.

📝 *Hari 9 adalah hari Arafah.*
Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

📝 *Hari 10 adalah hari Raya Iedul Qurban.* Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak-anak dan istrinya.

_*Mohon maaf lahir batin...*_
_*Semoga bermanfaat _

*امين... امين... امين...*
*يا رب العالمين...*

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الفقير  خادم المجلس

*Mari Kita Berfastabikhul khairot...semoga bisa meraih Mardotillah...*🙏🙏🏻🙏🏻

*Bertahan Shalat Saat Gempa*

Oleh Ustaz Ammi Nur

Di medsos ada perdebatan, boleh tidaknya membatalkan sholat wajib ketika ada gempa.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Terdapat kaidah umum yang disampaikan para ulama fiqh. Kaidah itu menyatakan,

دَرْءُ المَفَاسِد أَولَى مِن جَلبِ المَصَالِح

Menghindari mafsadah (potensi bahaya) lebih didahulukan dari pada mengambil maslahat (kebaikan).

Dalam banyak literatur yang membahas qawaid fiqh, kaidah ini sering disebutkan.

Diantara dalil yang mendukung kaidah ini adalah firman Allah,

ولا تَسُبُوا الَّذِينَ يَدْعُونَ من دوُنِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Janganlah kamu memaki tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.” (QS. al-An’am: 108)

Syaikh Dr. Muhammad Shidqi al-Burnu menjelaskan kandungan makna ayat ini,

ففي سب آلهة الكفار مصلحة وهي تحقير دينهم وإهانتهم لشركهم بالله سبحانه، ولكن لما تضمن ذلك مفسدة وهي مقابلتهم السب بسب الله عز وجل نهى الله سبحانه وتعالى عن سبهم درءاً لهذه المفسدة.

Memaki tuhan orang kafir ada maslahatnya, yaitu merendahkan agama mereka dan tindakan kesyirikan mereka kepada Allah – Ta’ala –. Namun ketika perbuatan ini menyebabkan potensi bahaya, yaitu mereka membalas makian, dengan menghina Allah, maka Allah melarang memaki tuhan mereka, sebagai bentuk untuk menghindari potensi bahaya. (al-Wajiz fi Idhah Qawaid Fiqh, hlm. 265).

Karena pertimbangan inilah, pelaksaan kewajiban yang sifatnya muwassa’ (waktunya longgar), harus ditunda untuk melakukan kewajiban yang waktunya terbatas.

Shalat wajib termasuk wajib muwassa’ (waktunya longgar). Shalat isya rentang waktunya sejak hilangnya awan merah di ufuk barat, hingga tengah malam. Sehingga, kalaupun seseorang tidak bisa menyelesaikan di awal malam, dia bisa tunda di waktu setelahnya.

Sementara menyelamatkan nyawa juga kewajiban. Karena secara sengaja berdiam di tempat yang berbahaya, hukumnya haram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” (HR. Imam Ahmad 2863, Ibnu Mâjah 2341 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Ketika terjadi gempa, sementara posisi kita sedang shalat, di sana terjadi pertentangan antara maslahat dengan mafsadah.

Mempertahankan shalat, itu maslahat, sehingga jamaah bisa segera menyelesaikan kewajibannya. Namun di sana ada potensi baha, karena jika bangunan itu roboh, bisa mengancam nyawa jamaah.

Mana yang harus didahulukan?

Kaidah di atas memberikan jawaban, menghindari potensi bahaya lebih didahulukan, dari pada mempertahankan maslahat. Apalagi shalat termasuk kewajiban yang waktunya longgar.

Wajib Menyelamatkan Nyawa dengan Membatalkan Shalat

Karena itulah, para ulama menegaskan wajib mendahulukan penyelamatan nyawa, dari para shalat wajib. Kita simak keterangan mereka,

[1] Keterangan Hasan bin Ammar al-Mishri – ulama Hanafiyah –

فيما يوجب قطع الصلاة وما يجيزه وغير ذلك…  يجب قطع الصلاة باستغاثة ملهوف بالمصلي

Penjelasan tentang apa saja yang mewajibkan orang untuk membatalkan shalat dan apa yang membolehkannya… wajib membatalkan shalat ketika ada orang dalam kondisi darurat meminta pertolongan kepada orang yang shalat… (Nurul Idhah wa Najat al-Arwah, hlm. 75)

[2] Keterangan al-Izz bin Abdus Salam – ulama Syafi’iyah – wafat 660 H.

Dalam kitabnya Qawaid al-Ahkam, beliau menjelaskan,

تَقْدِيمُ إنْقَاذِ الْغَرْقَى الْمَعْصُومِينَ عَلَى أَدَاءِ الصَّلَوَاتِ، لِأَنَّ إنْقَاذَ الْغَرْقَى الْمَعْصُومِينَ عِنْدَ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ أَدَاءِ الصَّلَاةِ، وَالْجَمْعُ بَيْنَ الْمَصْلَحَتَيْنِ مُمْكِنٌ بِأَنْ يُنْقِذَ الْغَرِيقَ ثُمَّ يَقْضِي الصَّلَاةَ…

Harus mendahulukan upaya penyelamatan orang yang tenggelam, dari pada pelaksanaan shalat. karena menyelamatkan nyawa orang yang tenggelam, lebih afdhal di sisi Allah dibandingkan melaksanaan shalat. Disamping menggabungkan kedua maslahat ini sangat mungkin, yaitu orang yang tenggelam diselamatkan dulu, kemudian shalatnya diqadha. (Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, 1/66).

Beliau berbicara tentang penyelamatan nyawa orang lain. dia didahulukan dibandingkan pelaksanaan shalat wajib. Tentu saja, menyelamatkan diri sendiri harus didahulukan dibandingkan shalat.

[3] Keterangan al-Buhuti – ulama hambali – (wafat 1051 H),

ويجب إنقاذ غريق ونحوه كحريق فيقطع الصلاة لذلك فرضاً كانت أو نفلاً، وظاهره ولو ضاق وقتها لأنه يمكن تداركها بالقضاء بخلاف الغريق ونحوه، فإن أبى قطعها لإنقاذ الغريق ونحوه أثم وصحت صلاته

Wajib menyelamatkan orang tenggelam atau korban kebakaran, sehingga harus membatalkan shalat, baik shalat wajib maupun sunah. Dan yang kami pahami, aturan ini berlaku meskipun waktunya pendek. Karena shalat tetap bisa dilakukan dengan cara qadha, berbeda dengan menolong orang tenggelam atau semacamnya. Jika dia tidak mau membatalkan shalatnya untuk menyelamatkan orang yang tenggelam atau korban lainnya, maka dia berdosa meskpiun shalatnya sah. (Kasyaf al-Qi’na, 1/380).

Karena itulah, bagi mereka yang sedang shalat jamaah, kemudian terjadi gempa, sikap yang tepat bukan bertahan shalat namun segera dibatalkan. Karena ini potensi bahaya yang seharusnya dihindari. Terlebih, shalat bisa ditunda setelah situasi memungkinkan.

Demikian
Wallahu a’lam

3⃣" *TIGA HAL YANG MENYEDIHKAN* "


ثلاثة اشياء من الحزن
1.رجل لم يدخل المسجد الا جنازته
2. امرءة لم تغطی عريتها الا عند كفانها
3. رجل لم يسبق صدقة الا عند مايكون فی قبره الصدقة العائلية علی اسمه.

🚶🏻‍♂
1. Seorang *Lelaki* yang tidak pernah masuk *Masjid*
    kecuali *Jenazahnya*.

2. Seorang *Wanita* yang tidak pernah menutupi *Auratnya*
    kecuali ketika *dikafankannya.*
💰
3. *Seseorang* yang tidak pernah mau *sedekah*
    kecuali ketika *keluarganya sedekah* atas *namanya* ketika di *Alam Kubur.*
    Itupun jika *Keluarganya Peduli.*

' *IA SELALU TERLAMBAT BAGAI SEBUAH PENYESALAN* '

Tetapi ia begitu cepat dan sigap perkara *DUNIA*.🌎

Firman Allah Ta'ala :
📜 بل تؤثرون الحياة الدنيا*

*“Sedangkan kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia...”*
(QS Al-A'la: 16)

Demikianlah sikap kebanyakan manusia :

1. *KITA* Biasanya masuk ke tempat kerja sebelum *Waktunya*.

2. *KITA* Biasanya tiba di lapangan terbang sebelum *Waktunya.*

3. *KITA* Biasanya  datang (menunggu giliran) di rumah sakit sebelum *Waktunya*

4. *KITA* Biasanya berada di dalam stasiun kereta api, 2 atau 3 jam *sebelum berangkat*.

*AKAN TETAPI*  tatkala *KITA* mendengar *Azan* *KITA* Seringkali bersantai *TANPA* merasa *BERSALAH APA-APA*..🚶🏻‍♂

استغفرالله العظيم

===============

*Mari sholat Subuh jamaah di Masjid lanjut do'akan ortu dan keluarga, do'akan sesama muslim.*

_*Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh._*

🍂Mengejar Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah🍂

🍃🍃🍃
Saudaraku, tahukah sahabat bahwa 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang istimewa untuk beramal sholeh (QS. 89:2 & QS. 103:1-3). Hari-hari yang tidak semestinya kaum muslimin menganggapnya sama seperti hari-hari biasanya.

🍁🍁🍁
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

_"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya, Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ? Beliau menjawab, Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun."_ (HR. Bukhari)

🌾🌾🌾
Oleh karena itu, marilah kita bersemangat untuk melaksanan berbagai ibadah atau amal sholeh yang mampu ia lakukan baik sholat, puasa, tilawah, berinfak, dan berbagai amal sholeh lainnya.

🌴🌴🌴
Bersemangatlah sebab amalan-amalan pada hari ini dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya.

Semoga Alloh Ta'ala menerima amal ibadah kita semua. Aamiin yaa Alloh.